Banten’s Journey: Pantai Laguna

Halo! Nama gue Dewa, dan panggil aja gue Dewa. Yah, baru mulai aja udah nggak jelas.

Oke. Mungkin ada beberapa dari kalian (atau mungkin nggak ada sama sekali) yang penasaran sama judul artikel ini: Banten’s Journey. Kayaknya gue harus ngejelasin tentang diri gue, sedikit.

Gue kerja di majalah, namanya Gloob!, dan kalo kalian lihat foto yang ada watermark atau lambang di atasnya, berarti foto itu udah di publish di majalah Gloob!. Foto yang tertera disini adalah foto hasil jerih payah gue, dan gue cukup bangga meskipun berantakan. Pertanyaan lainnya adalah… eh, tunggu. Kok malah banyak curhat… Ah, sabodo teuing lah… Pertanyaan lainnya adalah, kenapa gue bikin blog? Intinya simple, yaitu karena gue suka jalan-jalan, dan gue ngikut-ngikut aja biar dibilang travel blogger. Sok banget kan gue? Pukul aja kalo ketemu. Nah, mari kita mulai perjalanan nggak jelas ini.

Banten’s Journey sebenernya nama folder di laptop gue, yang isinya hasil foto-foto liputan di daerah Banten. Hampir semuanya pantai. Gue dan kedua temen gue, Nando dan Abud, menjelajah pesisir Banten untuk menemukan surga kecil disana (Ciaelah, surga). Nah, blog atau artikel atau apapun namanya ini adalah pengalaman pribadi gue selama perjalanan. Kalo kalian ngarep ada informasi mengenai tempat yang gue ceritain, kalian salah total mampir disini. Eh, tapi jangan pergi. Baca aja dulu. Gue nggak kuat hidup sendirian… sudahlah.

Gue bersama Abud, cowok kalem tapi liar, dan Nando, cowok binal tapi ditolak mulu, memulai perjalanan dengan rencana ‘gas terus’. Kayaknya kalian cukup paham dengan istilah yang dibuat-buat barusan. Intinya, gue, Abud, dan Nando jalan dengan budget terbatas, tapi destinasi yang gila-gilaan.

Dari Depok, tujuan kami adalah kawasan Anyer. Meluncurlah kami dari jam 3 pagi dini hari. Kami sampe di kawasan Anyer terbilang cukup pagi. Mungkin sekitar jam 7. Perjalanan ini menggunakan mobil, dan kami bertiga tidurnya di mobil, dengan harapan bisa mengirit dana. Nah, Jika kalian pikir ini semua udah terencana, kalian salah. Pantai Laguna adalah tempat pertama yang kami cumbui. Yah, apa banget dah cumbui. Lanjut. Kami nggak ada rencana kesini. Rencana kami cuma dateng ke daerah Anyer, terus cari dah tuh pantai yang jarang keliatan makhluk yang disebut manusia. Alhasil, ketemu deh Laguna ini.

untitled (3 of 1)

Sebelum masuk ke kawasan pantainya, kami bertiga udah muter-muter sebanyak tiga kali. Eh, empat kali kayaknya. Lupa ogut. Ya, segituan lah. Boro-boro gerbang mewah, tempat masuk Pantai Laguna ini lebih mirip properti film yang digunain cuma buat di tabrak-tabrak doang. Palangnya terbuat dari kayu yang diiket tali tambang, dan pos penjagaan yang mirip sama saung yang ada di video klip ‘Surti Tejo”-nya Jamrud. Dengan segala harapan yang memudar dan capek yang kebangetan, kami coba masuk. Dari gerbang, area pantai masih 100 sampai 200 meter lagi. Sepanjang perjalanan kalian bakal ngelihat rumah yang nggak terawat. Kayak tempat uji nyali (Yah, makin lemes dah Antony). Nggak lama berselang, kami mulai bisa merasakan udara pantai, dan gue teriak, “BASI”. Jelek? Salah! Tempatnya keren. Jauh dari pikiran buruk gue. Dibandingin tempat lain yang ada di kawasan Anyer, mungkin inilah yang terbaik yang pernah gue datengin. Kenapa gue teriak basi? Karena gue lagi merasa kayak di film aja. Lu dibikin lemes dulu, baru deh ditegangin lagi… mmmm, ada yang salah sama kata-kata gue?

Sayangnya, cuaca disana pas gue dateng lagi kurang bersahabat. Awan kelabu, dan semua terlihat sendu… Yah, Ebiet G Ade mulai merasuk di diri gue… Entah gimana, tapi menurut gue tempat ini tuh cantik. Gue aja baru tau kalo ada pantai di kawasan Anyer yang airnya masih berwarna biru. Rata-rata kan warna coklat. Gelap, kotor, kayak percintaan kalian. Kotor mulu.

untitled (2 of 1)

Ngomong-ngomong kotor, Pantai Laguna nggak se-kotor Anyer. Masih cukup terjaga. Toh, kata ibu-ibu penjaga warung disitu, “disini jarang yang dateng, kebanyakan pada ke Carita,” Wah, berarti gue menemukan tempat yang gue cari dong.

Selama gue keliling Pantai Laguna, gue menemukan hal yang pastinya nggak ditemukan di Pantai Anyer atau Carita, yaitu kepiting. Sumpah, masih banyak banget kepiting disana. Pengen rasanya gua ambil, terus bikin tenda bertuliskan “Sedia Seafood dan Nasi uduk”. Nggak cuma itu, warga sekitar penggemar mancing juga dapet hasil yang unik-unik, bahkan ada yang dapet cumi. Gede pula. Se-gede punya kalian lah… tangan kalian. Permasalahannya, pantai ini kurang recommended untuk berenang. Ombaknya gede, Cuy. Bisa sih bisa aja berenang. Ada semacem kolam kok disitu. Mungkin dulunya digunain buat parkir kapal. Tapi tenang, nggak ada tukang parkirnya kok.

Bagi kalian yang mau liat foto-foto lain pantai ini, cek disini: Foto-foto Pantai Laguna

Bagi kalian yang mau cari pantai-pantai sejenis, cek disini: Pantai

Bagi kalian yang mau tau destinasi-destinasi kece, baca aja di www.gloob-online.com

Bagi kalian yang mau donwload majalah Gloob! yang ngebahas pantai ini, cek disini: Majalah Gloob!

 

(BERSAMBUNG)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s